Angkasa Pura I Gelar FGD Tingkatkan Potensi Wisata

Angkasa Pura I Gelar FGD Tingkatkan Potensi Wisata

SURABAYA,  PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Destination Development (CDD) dengan tema ”Developing East Java’s Tourism in Welcoming One Million Foreign Tourist Arrival by 2025”, Senin (14/5) di Hotel JW Marriot, Surabaya. 

Turut hadir para pemangku kepentingan pariwisata mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maskapai, pengamat pariwisata, akademisi, dan pelaku industri pariwisata. Forum ini digelar untuk  meningkatkan potensi sektor pariwisata dan melaksanakan pelayanan pariwisata di Jawa Timur, sekaligus memenuhi target wisatawan mancanegara secara nasional sebesar 20 juta orang pada 2019.

Direktur Utama  PT Angkasa Pura l (Persero), Faik Fahmi mengatakan, CDD merupakan program yang diinisiasi PT Angkasa Pura l (Persero) sejak 2015, diharapkan CDD tahun ini dapat menjadi salah satu pemicu agar ke depannya Angkasa Pura 1 dan para pemangku kepentingan industri pariwisata di Jawa Timur dapat bersinergi untuk membangun pariwisata. 

"Kami optimis dengan potensi yang dimiliki Jawa Timur dan kerjasama yang baik antara stakeholder pariwisata akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur," jelas Faik.

Memurut Faik, Angkasa Pura selaku pengelola bandara mendukung penuh

rencana dan target pemerintah untuk mendatangkan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur, salah satunya dengan memberikan insentif kepada maskapai yang membuka rute baru dan meningkatkan frekuensi terbang.

Insentif tersebut berupa discount 50% landing fee kepada maskapai selama 6 bulan, bebas biaya promosi di bandara selama 1 bulan, dan inaugurasi penerbangan.

"Melalui insentif berupa potongan biaya pendaratan (landing fee) ini diharapkan mampu menarik minat maskapai untuk membuka rute baru dari dan menuju Jawa Timur 

Bandara Juanda Surabaya," tambah Faik.

Dengan kolaborasi yang baik antara Angkasa Pura I sebagai operator bandara sekaligus pintu gerbang wisatawan menuju Jawa Timur, maskapai sebagai pembawa penumpang, pelaku bisnis pariwisata, dan dukungan pemerintah tingkat nasional dan daerah, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Provinsi Jawa Timur.

Sekadar tahu, pada penyelenggaraan CDD Surabaya tahun 2017 lalu, telah disepakati beberapa hal oleh para pemangku kepentingan industri pariwisata Jawa Timur, di antaranya pengembangan destinasi wisata di Jawa Timur melalui perluasan pengembangan obyek wisata alam dan buatan oleh Bappeda Jawa Timur; badan usaha angkutan udara/ maskapai yang akan meningkatkan sinergi dengan asosiasi agen perjalanan dengan menawarkan promo dan paket menarik untuk menjaring lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara; pembangunan wisata strategis di Bromo, Tengger, Semeru, wilayah Sumenep, dan penyuluhan sadar wisata di beberapa Kabupaten oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi lawa Timur. Sementara itu, Angkasa Pura I berkontribusi terhadap pemberian stimulus berupa insentif bagi maskapai yang ingin menambah rute dari dan ke bandara-bandara Angkasa Pura l.  Jib