Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Magic Com

Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Magic Com Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Budi Harjanto menjelaskan model penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan tersangka

SURABAYA, kanalsembilan.com - Magic com tak hanya digunakan sebagai alat penanak nasi, namun alat rumah tangga ini justru dimanfaatkan AW (32) untuk menyelundupkan sabu-sabu seberat 940 gram.

Ruang kosong di belakang tombol menanak nasi dalan magic com dimanfaatkan AW untuk menyelipkan sabu-sabu pada Kamis (25/1) lalu saat menaiki pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur - Surabaya, namun nahas, meski disembunyikan dengan rapi, sabu-sabu itu masih terdeteksi oleh mesin X Ray dan terpantau oleh petugas di bandara Juanda.

Kepala Bea dan Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan, pada pukul 22.00 WIB yang bersangkutan naik Air Asia rute Kuala Lumpur - Surabaya mendarat di Bandara. Pada saat memasuki custom area, petugas Bea dan Cukai mencurigai kardus yang berisi mesin penanak nasi, yang melalui pemeriksaan X-Rai ada gambar yang mencurigakan dari sekitar mesin penanak nasi. 

"Saat dilakukan pemeriksaan lebih dalam, ditemukan di dinding dan dasar mesin penanak nasi dengan total tujuh bungkus plastik dalam kristal putih yang jika ditotal ada 940 gram," ujarnya, Kamis (8/2).

Saat diperiksa lebih lanjut, terang Budi, kristal putih tersebut positif merupakan sabu-sabu. Pada hari itu setelah melakukan pemeriksaan, Bea dan Cukai Juanda langsung menghubungi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk proses lebih lanjut. 

"Sabu-sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Pamekasan. Tersangka mengaku mendapat imbalan 50 Ringgit untuk mengirim barang itu," ujar Budi. 

Menurut Budi penggagalan penyelundupan narkoba ini merupakan kerja sama yang baik antara Bea Cukai Juanda dan Laboratorium Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim, Direskoba Polda Bali, Kantor Imigrasi Bandara Juanda dan Satuan Pengamanan Bandara Juanda. 

"Upaya ini merupakan upaya penyelamatan generasi muda karena kami berarti telah menyelamatkan 4.700 jiwa generasi muda. Kita berharap ini yang terakhir," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka AW diancam pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu, tersangka terbukti menyelundupkan barang impor seperti UU Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 pasal 102 akan dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan denda paling sedikit Rp5 juta dan paling banyak Rp5 miliar. Jib