Guru Punya Peran Besar Cetak Generasi Berkarakter

Guru Punya Peran Besar Cetak Generasi Berkarakter Rektor ITS, Joni Hermana (kiri) di sela mengisi Seminar Pendidikan "Membangun Generasi Emas dengan Karakter Berkemajuan" di Ibis Style Hotel Surabaya, Rabu (14/2)

SURABAYA, kanalsembilan.com -Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Joni Hermana menilai, guru mempunyai tanggungjawab besar dalam mencetak anak-anak yang berkarakter. Guru juga dituntut untuk bisa mengembangkan passion anak melalui ekskul dan pelajaran tematik.

“Selama ini pendidikan karakter anak masih diarahkan untuk hobi pribadi, perlu dilakukan kegiatan pada masyarakat, sehingga anak tidak hanya memahami lingkungannya saja,” ujarnya saat menjadi pembicara di seminar pendidikan "Membangun Generasi Emas Dengan Karakter Berkemajuan" yang digelar SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Rabu (14/2).

Menurut Prof Joni, saat ini sekolah harus menawarkan passion pada anak. Agar anak tidak tertekan dalam sekolah, menikmati dan sukarela melaksanakan tugas sekolah. 

“Anak saat ini fokusnya pada output. Sehingga guru harus mampu menyiapkan dan memberikan manajemen dalam pembelajaran yang akan diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Smamda, Astajab menjelaskan, Smamda sebagai salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sangat memprioritaskan penguatan pendidikan karakter untuk mencetak generasi emas. 

Smamda pun mengajak SMP Negeri, swasta, dan MTs di Surabaya dan sekitarnya untuk bersama- sama mencetak generasi emas, salah satunya lewat seminar dengan menghadirkan Rektor ITS Joni Hermana ini.

 “Seminar ini memang kami selenggarakan setiap tahun dengan mengusung topik terkini,” ujarnya.

Menurut Astajab, selain memberikan wawasan kepada guru SMP sederajat, seminar ini juga bertujuan untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan pimpinan dan guru guru SMP.

Diharapkan setelah mengikuti seminar ini wawasan terkait PPK bertambah dan lebih bersemangat untuk menerapkan PPK di sekolah masing masing. Sebab, sekolah merupakan salah satu motor penggerak penerapan PPK ini.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Arba’iyah Yusuf mengatakan, Smamda Surabaya memiliki keunggulan di banding lembaga pendidikan Muhammadiyah lain, sekolah ini menonjol dalam bidang kewirausahaan (entrepreneur). Terbukti banyak lulusan Smamda yang memilih menjadi pengusaha dan profesi yang berkaitan dengan kewirausahaan. 

“Inilah brandingnya Smamda Surabaya dan sekolah Muhammadiyah yang lain harus memiliki  branding sendiri sesuai jati dirinya,” tandasnya. Jib