Ikadin Usung Hariyanto Jadi Ketua Peradi Surabaya

Ikadin Usung Hariyanto Jadi Ketua Peradi Surabaya Hariyanto (empat dari kiri) saat menghadiri Rapat Anggota Ikadin Surabaya

SURABAYA, kanalsembilan.com - Bursa calon ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya kian ramai, ini setelah DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Surabaya memastikan akan mengusung Hariyanto sebagai calon ketua Peradi Surabaya dalam Muscab Peradi Oktober mendatang.

Dukungan dari Ikadin Surabaya pada Hariyanto muncul pada Rapat Anggota Ikadin yang digelar Sabtu (26/8) di hotel Elmi Surabaya. Dalam even ini, hampir seluruh anggota Ikadin sepakat mengusung Hariyanto sebagai ketua Peradi Surabaya menggantikan ketua lama Setijo Boesono.

Bak gayung bersambut, ketua Peradi Surabaya Setijo Boesono yang juga menjabat dewan pembimbing Ikadin Surabaya turut hadir dan menyaksikan usulan dari para anggota Ikadin ini. 

Ketua Ikadin Surabaya, Hariyanto mengatakan, dirinya tidak keberatan mendapat amanat untuk maju sebagai calon ketua Peradi Surabaya, apalagi beberapa sesepuh advokat juga mendorongnya untuk maju.

"Setelah itu mekanismenya adalah kami nanti  akan mendaftar  ke panitia  puncak Peradi," ujarnya. 

Hariyanto optimis, dukungan dari organisasi Ikadin ini cukup untuk modal bersaing dengan calon manapun nantinya, tujuan utamanya tentu demi mewujudkan organisasi advokat yang lebih bermartabat.

Selain mendapat dukungan maju dalam bursa ketua Peradi Surabaya, dalam Rapat Anggota Ikadin ini, juga membentuk satu bidang lagi, bidang kepedulian sosial Ikadin yang terdiri dari berbagai unsur agama. Selain itu Ikadin juga menentukan besaran iuran anggota, sebab selama Hariyanto memimpin organisasi ini, tak satu sen pun anggota Ikadin dimintai iuran organisasi.

"Kami ingin organisasi Ikadin semakin kuat, baik dari kinerjanya dan sumber pembiayaan," jelasnya.

Hingga kini sumber utama pendapatan Ikadin berasal dari PKPA yang digelar tiap tahunnya, ditambah beberapa sumbangan.

Dalam urusan etik, Rapat Anggota Ikadin juga membahas upgrading etika advokat. Bagaimana cara advokat berperilaku sesama rekan atau sesama penegak hukum, baik  di pengadilan atau di luar pengadilan. 

"Hal itu diatur semuanya,  bagaimana tata cara saling menghargai sesama advokat. Saya kira lebih bersifat menghargai dan  tidak vulgar dalam pergaulan," jelas Hariyanto.

Upgrading etika ini, menjadi embrio perbuatan tidak menyenangkan di masyarakat. Tindakan advokad di masyarakat itu,  bukan etika profesi, maka urusannya dengan hukum pidana. Tetapi kalau  mengenai tata-cara beracara dan lain sebagainya, baik di pengadilan, berinteraksi dengan  sesama advokad, hal itu murni masalah etika. "Ini yang akan ditindak lanjuti oleh dewan kehormatan," tuturnya.

Masalah etika ini juga semakin panas dengan tertangkapnya advokat Ahmad Zaini oleh KPK baru-baru ini, namun Hariyanto memastikan, Zaini bukanlah anggota Ikadin organisasi yang ia pimpin, meski Zaini santer disebut sebagai salah satu pengurus DPD Ikadin Jatim.

"Ikadin ini hanya ada DPC saja. Untuk di Jatim hanya mengenal Korwil Ikadin, tidak ada DPD Ikadin. Mungkin yang bersangkutan Ikadin yang lain," pungkasnya. Jib