Kemen PUPR Akan Bangun 18 Rusun di Jatim

Kemen PUPR  Akan Bangun 18 Rusun di Jatim Kepala Satuan kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Jatim Ridwan Dibya Sudharta seusai memberikan keterangan pers di Surabaya, Kamis (8/2)

SURABAYA, kanalsembilan.com -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal membangun 18 unit rumah susun (Rusun) di Jawa Timur pada tahun 2018. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya 5 unit rusun.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR, Ridwan Dibya Sudharta mengatakan, unit Rusun tersebut nantinya tersebar di 12 kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Tulungagung 2 unit, Kota Surabaya 2 unit, Kabupaten Jombang 2 unit, Sidoarjo 1 unit, Sumenep 1 unit, Banyuwangi 1 unit, Pasuruan 1 unit, Mojokerto 1 unit, Probolinggo 1 unit, Malang 1 unit, Lamongan 1 unit dan Jember 3 unit.

“Rusun-rusun tersebut sebentar lagi akan kami lelang, dan kami ditargetkan selesai tahun ini juga karena semua lahannya sudah siap,“ ujarnya di sela rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Program Pusat Daerah Provinsi Jatim tahun 2018, Kamis (8/2).

Menurut Ridwan, pembangunan Rusun tersebut juga sebagai realisasi dari target 550.000 unit Rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai rencana strategis penyediaan perumahan berdasarkan RPJMN 2015-2019 .

Pembangunan Rusun juga sebagai solusi akibat kenaikan harga tanah yang menjadi pendongkrak utama kenaikan harga rumah yang naik rata-rata 20% pertahun. 

“Selama ini pemanfaatan lahan perkotaan makin mempersulit warga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah,” katanya.

Ridwan menambahkan, selain diperuntukkan bagi MBR, Rusun yang dibangun nantinya juga diperuntukkan  bagi mahasiswa, santri ponpes serta pekerja.

Pembangunan Rusun merupakan salah satu solusi dalam penyediaan hunian secara vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien. Rusun mampu mewadahi dan mengakomodasi kebutuhan ruang untuk tempat tinggal masyarakat perkotaan secara lebih terkendali, terencana, padat dan terkonsentrasi pada lokasi-lokasi yang tepat. 

“Proyek ini juga mampu meningkatkan nilai-nilai efisiensi terhadap lahan, jaringan transportasi dan infrastruktur perkotaan,” terangnya. jib/kmn