Kemenkumham Dorong Grasi untuk Kurangi Over Capasity

Kemenkumham Dorong Grasi untuk Kurangi Over Capasity

SURABAYA, kanalsembilan.com - Kapasitas Penjara yang semakin overload diharapkan semakin berkurang dengan adanya pengajuan grasi, Kementerian Hukum dan HAM bahkan mendorong Para terpidana menggunakan grasi ini sebagai hak mereka.

Direktur Pidana Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, Salahuddin mengatakan, siapapun berhak mengajukan grasi baik terpidana, keluarganya atau kuasa hukum. Syaratnya terpidana yang bersangkutan telah dijatuhi hukuman mati seumur hidup dan berkekuatan hukum tetap.

"Kami berharap lewat grasi ini bisa mengurangi over capasity Lapas yang ada," ujarnya di sela Bimbingan Teknis Permenkumham No 49 tahun 2016 tentang tata cara permohonan grasi di Surabaya, Jumat (25/8).

Salahuddin menjelaskan, dalam prosedur permohonan grasi pun cukup mudah, terpidana atau pemohon boleh mengajukannya langsung ke presiden atau melalui kepala Lapas baru kemudian diteruskan ke presiden.

"Nanti presiden yang putuskan menerimanya atau tidak," jelasnya.

Salahuddin mengakui, saat ini statistik untuk pengajuan grasi belum banyak, pada tahun 2016 lalu hanya sebanyak 50 permohonan, sementara pada tahun ini baru 24 permohonan. Sementara yang diterima grasinya, baru sekitar 1/3 pengajuan saja.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jatim, Giri Purbadi mengatakan, salah satu jalan keluar untuk mengatasi over kapasitas Lapas adalah lewat grasi, selain juga bisa lewat remisi, maupun pembebasan bersyarat. Jib