MICE Indonesia Masih Tertinggal

MICE Indonesia Masih Tertinggal Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI Tazbir saat sosialisasi destinasi MICE di Surabaya Kamis (7/10)

SURABAYA, kanalsembilan.com - Indonesia masih tertinggal dalam destinasi MICE (Meeting, incentive, convention and exhibition) dibandingkan negara tetangga, bahkan pada tahun 2016 hanya menempati ranking keempat Asean dibawah Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Asisten deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar), Tazbir mengatakan, meski tertinggal, Kemenpar melalui INACEB (Indonesia Convention and exhibition bureau) berupaya menggenjot sektor MICE ini, bahkan terdapat 7 daerah tujuan utama MICE yang akan terus dipromosikan ke pasar luar negeri.

"Kita ada Bali, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Sementara ini Bali yang pasarnya paling tinggi," ujarnya di sela sosialisasi destinasi MICE di Surabaya, Kamis (7/10).

Menurut Tazbir, ketujuh daerah ini memiliki keunggulan berbeda-beda untuk melakukan bisnis MICE, mulai dari meeting room, akomodasi, SDM hingga supply chain yang memadai.

Kemenpar bahkan menargetkan Indonesia bisa masuk 8 besar destinasi MICE tingkat Asia Pasifik, dengan jumlah wisman MICE ini sebesar 10% dari target 20 juta wisman pada tahun 2020.

Pengurus bidang organisasi INACEB, Kristina menambahkan, selama ini baru empat kota MICE di Indonesia  yang masuk rangking dunia, Bali, Jakarta, Bandung dan Jogja. Bali pernah menempati rangking 40 di tahun 2013, namun pada 2016 turun bahkan dikalahkan oleh kota Manila, padahal menurut Kristina untuk urusan leisure, Bali lebih unggul dibandingkan Manila.

Lebih lanjut, Kristina menilai, wisman MICE menginginkan satu paket yang terintegrasi jika ingin menggelar acara. Mulai dari urusan travel, hotel, hingga transportasinya.

"Mereka tidak mau ribet mengurusi satu per satu," tandasnya.

Direktur Utama Debindo Mitratama, even organizer ternama asal Jawa Timur, Dadan M Kushendarman mengatakan, terbentuknya INACEB di tahun 2016 sebagai organisasi pemasar destinasi MICE ini terbilang terlambat, sebab negara lain seperti Thailand dan Malaysia sudah jauh hari memilikinya.

"Tapi ini bagus untuk membangkitkan sektor MICE kita," ujarnya.

Dadan meminta Kemenpar memperhatikan dan memberikan pelatihan SDM lokal di daerah tujuan MICE, sebab untuk melaksanakan even tingkat internasional, even organizer lokal sudah memiliki kualitas dan mestinya dilibatkan, tidak serta merta harus dari Jakarta.

"Kita di daerah juga sanggup untuk menggelar even internasional," ucap penasehat ASPERAPI Jatim itu. Jib