Sepuluh Buyer Borong Komoditi Agrobis di Lelang Agribis

Sepuluh Buyer Borong Komoditi Agrobis di Lelang Agribis

Sepuluh buyer atau pembeli dari Palu, Gorontalo, Magelang, Semarang, NTT, dan Jawa Timur memborong berbagai komoditi agrobis di pasar Lelang Agribis ke -140 di Puspa Agro Jemundo Sidoarjo. 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Drajat Irawan saat menutup pasar lelang Agribis ke 140 di Puspa Agro Jemundo Sidoarjo, Selasa (25/7) mengatakan, lelang agribis pasca Lebaran cukup banyak mendapat perhatian dari penjual/produsen dan pembeli/konsumen dari berbagai provinsi di Indonesia dan kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Lelang Agribis ke -140 atau tiga pekan pasca Lebaran, komoditi kentang lgranola lokal dari Juwono Kabupaten Malang menghasilkan transaksi tertinggi mencapai Rp 2,040 miliar atau 46,48 persen dari total transaksi Rp 4,389 miliar. Kentang lokal kualitas bagus  volumenya mencapai 120 ton dengan harga Rp 17.000/kg. 

Selain kentang produk unggulan Kabupaten Tuban komoditi jagung dari pantai utara Jawa Timur di Tuban juga menghasilkan transasi cukup besar Rp 850 juta atau 19,37 persen dari transaksi. Jagung sebagai bahan baku industri makanan ringan, pakan ternak dan bahan baku tepun tapioka dijual dengan harga Rp 4.250/kg dengan volume 20 ton. 

Kemudian komoditi kayu manis dari NTT laku dijual dengan harga Rp 29.300/kg dengan volume 20 ton total transasi Rp 586 juta atau 13,35 persen dari total transaksi. Kopi dari Malang juga mendapat transaksi yang lumayan besar sebesar Rp 580 juta atau 13,21 persen dari total penjualan. Kopi dijual harga Rp 29.000/kg dengan volume 20 ton. 

Selanjutnya, beras hitam harga Rp 18.000/kg dan beras brok bahan tepung Rp 6.300/kg dari Tuban total mendapatkan transaksi Rp 243 juta dan gula merah kualitas bagus harga Rp 7.500/kg mendapatkan transaksi Rp 90 juta. 

Lelang yang diawali  terlebih dahulu dengan temu bisnis dilanjutkan dengan transaksi mendapat apresiasi cukup besar dari buyer/pedagang besar. Dengan model pasar lelang agribis ini bisa menjembatani bertemunya langsung antara petani dengan konsumen tanpa ada perantara yang berdampak pada harga cukup bersaing. Selain itu pasar lelang agribis juga merupakan sarana untuk mempromusikan produk-siproduk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan perkebunan serta produk-produk olahan baru. 

Selanjutnya Lelang di Puspa Agro diikuti lebih dari 200 penjual dan pembeli dari berbagai daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, dan beberapa daerah di Indonesia menghasilkan 10 transaksi. Untuk lelang komoditi agribis yang akan datang diselenggarakan di Puspa Agro pada minggu ketiga Agustus 2017. (zainuddin).