Tree of Hope Artotel Surabaya Karya Mantan Penderita Skizofrenia

Tree of Hope Artotel Surabaya Karya Mantan Penderita Skizofrenia Artotel membuat pohon natal sederhana dari kanvas yang dilukis oleh mantan penderita gangguan jiwa Skizofrenia.(made).

SURABAYA-kanalsembilan.com

Jika biasanya pohon natal terbuat dari pohon cemara, barang bekas atau benda – benda tertentu, Artotel membuat pohon natal sederhana dari kanvas yang dilukis oleh mantan penderita gangguan jiwa Skizofrenia.

Manager Artotel Dedy Santoso menjelaskan, pohon natal berisikan harapan untuk tahun ini didedikasikan kepada para kalangan dengan disabilitas mental. Artotel memberikan wadah bagi mereka untuk berkreasi sekaligus menggalang sedikit bantuan sosial yang kemudian akan disumbangkan kepada beberapa yayasan yang membutuhkan.

“Tree of Hope ini sekaligus menjadi semacam CSR kita bagi kawan-kawan dari rumah sakit jiwa ataupun liponsos. Seluruh dana yang kami galang akan disumbangkan ke Liponsos Surabaya dan RSJ Menur atau yayasan lain yang membutuhkan,” katanya.

Psikolog Klinis dari RSJ Menur, Danang Baskoro mengatakan karya Mahendra Ariana dan Dafit Influenzsa didominasi warna hijau dan biru, dengan latar belakang alam persawahan menandakan dinamika psikologis yang dialami oleh keduanya.

Pemilihan warna dari lukisan ini memang menunjukkan proyeksi jiwa seseorang. Warna-warna segar seperti hijau, biru, atau putih menandakan pribadi penggambarnya sedang dalam keadaan rileks atau tenang,” paparnya.

Ditambahkan Public Relation Artotel Surabaya, Grantika Buchenanda, selain bisa menikmati karya dari Mahendra dan Dafit, di ruangan yang sama juga dipajang lukisan karya 10 penderita sakit jiwa dari RS Jiwa Suharto Heerdjan Grogol Jakarta Barat. Lukisan di atas kanvas ukuran sekitar 25x40 cm itu temanya senada yaitu abstrak.

“Tamu juga dapat turut berdonasi. Setiap tamu yang menginap akan terpotong sebesar Rp. 5000 dari harga kamar atau bisa langsung membeli postcard sebesar Rp. 10.000, dan berkesempatan untuk menuliskan doanya di Board of Hope Artotel,” tutupnya.(made/zainuddin).