UKM Jatim Harus Bisa Laporan Keuangan

UKM Jatim Harus Bisa Laporan Keuangan Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina saat memaparkan dukungan ekonomi kreatif di Surabaya Selasa (22/8)

SURABAYA, kanalsembilan.com - Tidak semua pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memahami penyusunan laporan keuangan perusahaannya, padahal ini penting untuk bisa mengontrol keuangan sebuah usaha dan juga mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

Anggota Komisi X DPR RI, Arzeti Bilbina Setyawan mengatakan, pelatihan dalam membuat laporan keuangan merupakan hal penting, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pemerintah mestinya lebih meningkakan kemampuan UKM di Indonesia. DPR juga terus mendorong pemerintah membuat program komprehensif untuk menggerakkan ekonomi kreatif ini.

"Bagaimana agar jadi interpreneur sejati, lewat programnya Bekraft ini UKM harus bisa paham manajemen usaha yang baik," ujar Arzeti di sela acara asistensi pembuatan laporan keuangan bagi UKM Kreatif bersama Bekraf di Surabaya, Selasa (22/8).

Menurut anggota dewan dari Daerah Pemilihan Jatim I itu, Bekraf harus bisa menggerakkan generasi muda yang kreatif, generasi yang paham teknologi, bukan generasi muda yang hanya konsumtif namun harus sebagai pelaku usaha. Arzeti melihat generasi muda Surabaya saat ini memiliki kreatifitas luar biasa, dibutuhkan komunitas.

"Bekraf harus masuk ke semua daerah, agar terpancing kreatifitasnya,  bisa memunculkan komunitas kreatif yang banyak ide," jelas wanita berjilbab itu.

Lebih lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan, arah kebijakan nasional kini mengarah pada meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, salah satunya lewat pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi.

"Pemerintah juga harus memberikan kemudahan kucuran dana agar pekerja kreatif bisa memiliki modal awal," jelasnya.

Saat ini, lanjut Arzeti, DPR sedang menggodok UU Ekonomi Kreatif, sehingga nantinya bisa menjadi payung hukum bagi pelaku ekonomi kreatif. 

Sementara Direktur Akses Perbankan, Restog K. Kusuma menambahkan, ada 100 UKM Surabaya yang mengikuti pelatihan kali ini, para peserta dilatih dalam membuat pencatatan keuangan dan laporan keuangan dengan aplikasi akuntansi sederhana.

Selain itu para UKM juga dimotifasi agar bisa mengembangkan usahanya. Sejumlah praktisi keuangan syariah dan perbankan syariah pun dihadirkan untuk menjelaskan model pembiayaan syariah. Trainer aplikasi akuntansi juga dihadirkan agar UKM bisa memanfaatkan teknologi smartphone untuk memudahkan dalam membuat pembukuan keuangan.

"Kami berharap UKM bisa mengembangkan usaha mereka," ucapnya. Jib